LATAR BELAKANG

Dengan memanjatkan rasa syukur yang tak terhingga selalu kita sembahkan kehadiran Allah SWT dan semoga limpahan Rahmat selalu Allah SWT berikan kepada kekasih utamaNya, insan termulia, mahluk kebanggaan sepanjang zaman serta kesempurnaan ciptaan Allah ada padanya "Sayyidul Arabi Wal Ajam Muhammad SAW".

Perjalanan waktu dari masa ke masa perkembangan Dzurriyyah Rasulullah SAW menghadapi berbagai macam permasalahan. Puncaknya terjadi pada abad ke 3 H, di mana pada abad tersebut terjadi huru-hara, keguncangan dan kekacauan serta fitnah khususnya terjadi di negeri Irak (Basrah), di masa Bani Abbas.

Melihat situasi yang sangat mengancam perkembangan dan kehidupan Dzurriyyah Rasul maka AI Imam Ahmad AI Muhajir bin isa Ar-Ruumi memutuskan untuk meninggalkan Basrah dan menuju Hadramaut (Yaman Selatan), maka dari negeri inilah terjadi perkembangan Dzurriyyah Rasui SAW (Alawiyin) dengan pesat. Pada mulanya kaum Alawiyin merasa tidak perlu membuat suatu sistem sosial khusus sebagai pengatur kehidupan mereka karena Alawiyin belum bercabang-cabang dan bersuku-suku.

Pada waktu itu cukuplah bagi kaum yang ada mengangkat seseorang atau beberapa orang pemimpin yang secara otomatis diakui oleh semua sebagai pemimpin keluarga atau masyarakat,

Setelah perkembangan Alawiyin makin tersebar ke berbagai daerah maka terpikirlah oleh tokoh-tokoh Alawiyin untuk membuat suatu system pengatur kehidupan Keluarga Alawiyin, guna membela dan memelihara kedudukan dan kepentingan mereka, melindungi kehormatan serta memecahkan problema yang timbul balk bersifat kekeluargaan maupun sosial kemasyarakatan.

System ini dikenal dengan sebutan NAQOBAH, system ini pertama kali diadakan di zaman As-Syech AI-Imam Umar AI-Muchdhor AI-Akbar bin As-Syech Al-Imam Abdurrahman Assegaf dan di mana AI-Imam Umar AI-Muchdhor sekaligus menjadi Nagib yang pertama. Selanjutnya AP Imam Umar AI-Muchdor membuat aturan organisasi yang cukup rapi dan systematis. Dewan Naqobatul ini dipimpin oleh seorang Naqib (pemimpin umum) dibantu oleh 10 orang yang mewakili dari suku-suku. Masing-masing wakil ini dipimpin oleh "Naqib An Naqobah atau dikenal dengan Naqib AI Asyrof. Setelah As-Syech AI-Imam Umar AI-Muchdhor AI Akbar wafat (883 H), maka tokoh-tokoh Alawiyin mengangkat As-Syech AI-Imam Muhammad Jamalullail bin Hasan bin Muhammad Assadullah (wafat di Tarim 845 H), tetapi AI-Imam Jamalullail menolak dan menyerahkan kedudukan ini kepada As-Syech AI-Imam Abdullah Alaydrus AI-Akbar bin Abubakar As-Sakran.

As-Syech AI-Imam Abdullah Alaydrus AI-Akbar bin Abubakar As-Sakran pertama kali diberikan jabatan tersebut menolak, tetapi karena rasa tanggungjawab terhadap Dzurriyyah Rasulullah SAW yang sangat besar, akhirnya jabatan tesebut oleh As-Syech AI-Imam Abdullah Alaydrus AI­Akbar bin Abubakar As-Sakran diterima. As-Syech AI-Imam Abdullah Alaydrus AI-Akbar bin Abubakar As-Sakran lahir di Tarim bulan Dzulhijjah 811 H dan wafat 12 Ramadhan 865 H. Setelah As­Syech AI-Imam Abdullah Alaydrus AI-Akbar bin Abubakar As-Sakran wafat diganti oleh AI-Imam Ahmad bin Alwi Bajahdab Ba'Alawiy (wafat 973 H), berikutnya jabatan Naqib ini dipegang oleh AI­Imam Abdullah bin Syech bin Abdullah Alaydrus AI-Akbar (wafat 1019 H), kemudian dilanjutkan oleh putranya Ali Zainal Abidin bin Abdullah bin Syech Alaydrus.(wafat 1041 H)

Maka dengan melihat dan mempelajari system yang telah dibuat oleh As-Syech AI-Imam Umar Al-Muchdhor Al-Akbar, maka kami membuat suatu organisas! yang kami namakan NAQOBATUL ASYROF AL-KUBRO. Lembaga ini fungsinya lebih kami titik beratkan dalam hal Pemeliharaan, Penelitian Sejarah dan Silsilah Alawiyin.

 

VISI & MISI

Kami Pengurus Pusat Naqobatul Asyrof Al-Kubro juga akan mewujudkan Lembaga ini sebagai wadah bersama milik seluruh keluarga AI-Hasan & AI-Husain dan setiap individu yang merupakan berasal dari 2 cabang tersebut memiliki hak penuh untuk ikut secara aktif bersama­sama memelihara kemurnian Nasab yang ada,

Kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya untuk berkomunikasi, berdiskusi balk tulisan, via telepon ataupun langsung ke kantor kami guna mengoptimalkan fungsi dari pada pemeliharaan kemurnian Nasab keluarga Alawiyin, di mana selama ini bersifat tertutup sehingga bila terjadi kekeliruan / pemalsuan Nasab banyak dari anggota keluarga yang ada tidak mengetahuinya.

Orientasi ke masa depan adalah menjadikan Naqobatul Asyrof AI-Kubro sebagai suatu Lembaga/Badan yang bertugas sebagai Pemeliharaan, Penertiban Pencatatan & Penelitian kemurniaan Silsilah keturunan Rasulullah SAW di muka bumi ini,

 

RUANG LINGKUP

 

·      Pemeliharaan Nasab yaitu memelihara catatan-catatan Nasab yang sudah rapih agar terlindungi dari usaha pemalsuan dan menjaga dokumen-dokumen lama mengenai Nasab diantaranya catatan sensus Habib Ali bin Ja'far dan catatan-catatan yang lainnya.

 

·      Penertiban yaitu merapihkan kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan pencatatan Nasab yang terjadi selama ini.

 

·      Pencatatan yaitu usaha secara berkala mencatat pertumbuhan populasi Dzurriyyah Rasul yang telah memiliki silsilah / telah tercatat (sensus).

 

·      Penelitian / Pengkajian yaitu mengadakan usaha secara kritis mempelajari berbagai dokumen­dokumen mengenai silsilah yang ada, meneliti silsilah yang dalam proses koreksi agar tidak terjadi / terulang kesalahan-kesalahan terdahulu.

 

PENUTUP

Segala puji bagi Allah SWT yang memiliki alam dan seisinya serta karunia yang telah dilimpahkanNya. Allah SWT teramat sayang kepada kita dzurriah Rasulullah SAW melebihi dzhurriah yang lain, hal ini terbukti dengan "Fadhilah Dzatiyyah" yang dikaruniakan Allah SWT kepada seluruh "Alawiyin" selaku keturunan AI-Imam Hasan dan AI-Imam Husin (Radhiyallahu Anhuma) sebagai Ahlubait manusia suci Muhammad Rasulullah SAW. Begitu besar dan agungnya karunia yang ada sehingga kita harus mensyukuri dengan rasa syukur yang sebesar-besarnya. Rasa syukur tersebut kita buktikan dengan menjadikan diri kita sebagai insan yang mempunyai rasa tanggungjawab yang lebih berat dan lebih besar daripada yang dipikul orang lain.

Rasa syukur dapat kita wujudkan dengan menjaga kelestarian dan kemurnian Nasab kita yang teramat suci ini, karena tidak mungkin kita bisa mensyukuri karunia yang ada tanpa mengetahui keabsahan/kemurnian garis Nasab kita, Dengan berpijak pada hal-hal tersebut diatas tadi, maka kami atas nama Pengurus "Naqobatul Asyrof AI-Kubro" mengajak semua lapisan Keluarga Alawiyin untuk secara bersama-sama bekerja membangun tatanan Keluarga dan Kemurnian Nasab yang ada sesuai dengan kemampuan serta kelebihan yang kita miliki masing-masing.